KONI Lampung Bentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Pra-PON

Bandarlampung, Warta9.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, membentuk tim monitoring dan evaluasi (Moneva) guna menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2019.

Rapat perdana tim Moneva KONI Lampung pada, Rabu (6/2/2019), siang di Ruang Rapat KONI Gedung Sumpah Pemuda Way Halim Bandarlampung. Dipimpin Wakil Ketua I Hannibal, didampingi Sekretaris Umum Margono Tarmudji dan Kabid Binpres Julian Manaf. Membahas masalah teknis tentang persiapan tim memantau cabang olahraga, baik yang masuk dalam kategori Cabor unggulan dan non unggulan.

“Kita harus memantau seluruh Cabor yang akan memgikuti babak kualifikasi PON. Tim Moneva lah yang harus bergerak memantau dan mengevaluasi persiapan seluruh Cabor. Baik hasil di kejurnas sebelumnya maupun hasil PON 2016 lalu. Ada kemungkinan berkembang atau justru layu pada saat PON 2020 mendatang,” kata Hannibal.

Tim Moneva KONI Lampung sendiri di bagi dalam dua kelompok, yaitu tim teknis atau pelaksana terdiri dari 13 orang dan tim non teknis sebanyak 6 orang. Tim sendiri akan memulai pemantauannya di Februari ini, bahkan sudah mulai dilakukan pada awal bulan ini diawali canang angkat besi dan angkat berat di Pringsewu.

Waketum I yang membidangi Pembinaan Prestasi (Binpres) juga selaku pengarah tim Moneva. Meminta agar Tim Moneva segera membentuk jadwal dan program kerja, terkait tugas inti dari tim yang dibentuk sesuai dengan surat keputusan KONI Lampung no. 04 Tahun 2019, tertanggal 24 Januari 2019.

“Kita harus fokus dalam menjalankan tugas kita. Untuk itu saya meminta Pekan depan kita sudah turun memonitoring Cabor. Baik Canor unggulan maupun bukan unggulan. Daerah lain sudah bersiap maka kita harus bersiap jangan sampai kita tertinggal jauh dalam persiapan,” lanjutnya.

Saat ini KONI Lampung menaunhi 49 Cabang Olahraga terdiri 12 Cabor prioritas (medali PON 2016) dan 7 Cabor peraih medali di tahun 2017. Sedangkan sisanya 30 Cabor pembinaan biasa. (W9-jam/man)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.