Kodim 0410-Gapoktan Panen Perdana Jagung di Lahan PTPN VII

Tanjungbintang, Warta9.com – Kebun jagung seluas 120 hektare di lahan PTPN VII Unit Kedaton Afdeling 4 yang ditanam Gapoktan Tanjungbintang bekerja sama dengan Kodim 0410/KBL dipanen perdana, Senin (13/8/18). Di hamparan lahan yang berada tak jauh dari Jalintim Sutami, Tanjungbintang itu, seremoni dibuka Wadanramil Kedaton yang juga ketua Koperasi Primkopad, Kapten Widodo.

Hadir pada acara itu, Manajer PTPN VII Unit Kedaton Hidayat, Mugiono dari Dinas Pertanian Lamsel, wakil dari Bank Lampung, dari Kecamatan Tanjung bintang, dan dari Desa setempat.

Dalam pengantarnya, Kapten Widodo mengatakan, program penanaman jagung ini merupakan proyek ketahanan pangan nasional. Program ini merupakan kerja sama TNI, dalam hal ini Primkopad Kodim 0410/Kota Bandarlampung dengan Gapoktan Kecamatan Tanjung Bintang.

“TNI sebagai salah satu pilar negara merasa ikut bertanggung jawab dengan setiap masalah bangsa, termasuk soal ketersediaan pangan. Nah, dalam hal ini, kami TNI bersama rakyat menanam jagung di lahan milik PTPN VII yang sedang dipersiapkan untuk replanting atau penanaman tanaman baru. Kan kalau karet itu jarang-jarang. Jadi, pada tahun pertama, di sela-sela tanaman masih bisa dimanfaatkan untuk tanaman palawija,” kata Widodo.

Ia menjelaskan, TNI dalam program ini sifatnya pemberdayaan. Jika ada kelompok masyarakat petani yang berprakarsa dan memiliki lahan untuk dimanfaatkan untuk ditanami, pihaknya segera merespons positif.

Widodo juga memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada PTPN VII yang bisa meminjamkan lahan untuk dimanfaatkan oleh Gapoktan. “Ini semata-mata untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. TNI hanya menfasilitasi, baik kepada PTPN VII sebagai pemilik lahan maupun dengan Bank Lampung yang sudi memberikan pinjaman amat lunak untuk budi daya. Kami sampaikan terima kasih,” kata dia.

Tentang kesiapan lahan, Manajer PTPN VII Unit Kedaton Hidayat mengaku memberi kesempatan kepada TNI dan petani yang memanfaatkan lahannya. Ia mengaku, pihaknya juga ingin ikut andil dalam program pemerintah soal ketahanan pangan. Namun, tambah dia, pemakaian lahan hanya bisa ketika tanaman karet yang diusahakan masih kecil. “Setelah land clearing sampai pohon umur dua tahun masih bisa. Tetapi kami bikin perjanjian untuk tiga siklus palawija. Setelah itu, nanti kita lihat perkembangan tanaman,” kata Hidayat.

Hidayat mengaku tidak mengambil keuntungan dari program yang dijalankan TNI ini. Namun, ia mengaku terbantu dengan adanya TNI yang berkegiatan di lokasi usahanya, keamanan relatif lebih terjaga.

Sementara itu, Mugiono dari Dinas Pertanian Lampung Selatan mengaku surprised dengan program ini. Pihaknya mengaku menugaskan beberapa penyuluh pertanian untuk membantu Gapoktan menjaga budi daya agar berhasil.
Pada panen perdana ini, kata Mugiono, produksi jagung kering dari lahan ini sudah sangat baik. Berdasarkan ubinan (pengukuran untuk menemukan angka produksi), rata-rata menghasilkan 7,7 ton jagung tongkol per hektare.

“Angka ini sudah sangat baik mengingat ini tanaman musim gadu di mana hujan sudah sangat jarang. Kalau rata-rata per hektare di Lampung Selatan ini memang antara 7—10 ton per hektare. Tetapi ini kan gadu. Jadi, nanti kalau siklus kedua sudah musim hujan, saya yakin bisa tembus 10 ton per hektare,” kata dia.

Soal pembagian hasil, baik Widodo maupun Mugiono mengaku menyerahkan mekanismenya kepada Gapoktan. Setelah dipotong dana budi daya yang merupakan pinjaman dari Bank Lampung, kata Widodo, hasilnya diserahkan kepada Gapoktan. “Ini semua untuk kesejahteraan petani, kami hanya menfasilitasi,” kata prajurit ramah ini. (W9-jam)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.