Warga Labuhanratu Tewas Gantung Diri, Ini Pesan yang Ditulis Korban

Bandarlampung, Warta9.com – Anak muda yang sudah mempunyai anak ini, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tapi sebelum mengakhiri hidupnya, pemuda yang bernama Idkar Maulana (18), menulis pesan terakhirnya dibalik surat hak pilih Pilpres dan Pileg.

Peristiwa ini terjadi di rumah orang tuanya yang berada di Jalan Bumi Manti RT I LK II Kampung Baru, Labuhan Ratu, Selasa (16/4/2019).

Dari pengamatan warta9.com, pesan tersebut ditulis menggunakan pensil hitam, yang ditujukan pada ibu, bapak, mamak dan adiknya.

Pak dik Ikar sayang kalian’
‘Ikar capek nyusahin Mamak :)’
‘Ikar sayang mamak’
‘Semoga Septi jadi Sukses Amin’
‘Gua cinta elo ka! 15’

Menurut Suhena (29), korban sendiri ditemukan dengan kondisi leher terlilit kain jarik di kamar rumah sekitar pukul 11.00 Wib. “Baru jam 11.30 wib itu tali dipotong,” ungkapnya, Selasa sore.

Suhena pun menuturkan jika korban sendiri sudah menikah dan sempat tinggal dengan mertua. “Anaknya masih kecil baru pandai merangkak , nah kayaknya ada masalah dia ke rumah orang tuanya disini, sekitar dua mingguan,” jelasnya.

Saat kejadian, lanjut Suhena, tidak ada orang sama sekali dirumah. Ibu dan ayah korban sedang keluar untuk bekerja. “Awalnya ada adeknya yang kecil masih kelas 3 SD, adiknya suruh beli rokok,” ucapnya.

“Pas adiknya pulang kaget dan langsung teriak-teriak minta tolong, neneknya yang ada disamping rumah datang, dan panggil bantuan,” imbuhnya.

Saat ditemukan itu, Suhena mengaku juga ditemuka surat permohonan maaf. “Iya pesan terakhir, permohonan maaf, dibalik surat pemilihan besok punya ibunya,” tuturnya.

Suhena pun menduga, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran permasalahan keluarga. “Mungkin masalah rumah tangga, ya namanya umur 18 tahun istrinya juga masih kecil, paling masalah ekonomi,” tandasnya.

Sementara itu, Remi (33), kerabat korban mengaku jika korban memang sedang ada konflik dengan istrinya. “Katanya ada konflik sama istrinya, memang dia tinggalnya di tempat mertuanya, tapi sudah beberapa minggu disini,” ucapnya.

Remi pun sempat membaca pesan terakhir korban yang ditulis dibalik hak pilih Pilpres dan Pileg milik ibunya. “Dia ninggalin surat, isinya pak mak minta maaf sama bapak sama mamak udah nyusahin mamak,” ungkapnya sembari mengingat.

“Septi mudah-mudahan sukses, nah Septi ini adeknya yang perempuan. Di bawahnya gua cinta elo Ka, maksudnya Ka itu Riska itu istrinya,” jelasnya.

Remi pun menambahkan jika korban akan langsung dimakamkan sore ini juga. “Sore ini dimakamkan langsung, masih nunggu visum di Rumah Sakit,” tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutholib belum bisa dikonfirmasi, saat dihubungi tidak ada jawaban. (W9-ars)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.