Wabup Lambar Dan BB-POM Tandatangani MoU Dan Sosialisasi Inpres No.3 Tahun 2017

Way Mengaku, Warta9.com – Wakil Bupati Lampung Barat Drs. H. Mad Hasnurin bersama Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan (BBPOM) Provinsi Lampung, Dra. Syamsuliani, Apt, MM., menandatangani MoU dan Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2017 Kabupaten Lampung Barat, di Ruang Rapat Kagungan Pemkab Lambar, Kamis (2/8/2018).

Acara tersebut dihadiri dan diikuti oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Setdakab Lambar dan Undangan lainnya.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Lambar Drs. H. Mad Hasnurin menyampaikan terima kasih kepada Tim BB-POM Provinsi Lampung atas kehadiran di Bumi Sai Betik Kabupaten Lampung Barat ini.

“Semoga disamping melakukan kerjasama, Tim Jajaran Balai Besar POM Provinsi Lampung juga berkenan untuk memberikan saran dan masukan yang berarti bagi Peningkatan Program Kabupaten Lampung Barat Sehat ini,” ungkap Wabup Lambar Mad Hasnurin.

Diterangkan Wabup Lambar, bahwa sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, dimana pada pasal 47 dijelaskan, bahwa upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Penyelenggaraan upaya kesehatan sebagimana dimaksud salah satunya dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan, serta pengamanan makanan dan minuman.

Kemudian Wabup Mad Hasnurin menyebutkan bila sebagaimana dipahami bersama, bahwa obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bergizi sangat penting peranannya bagi pertumbuhan, pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan serta peningkatan kecerdasan masyarakat. oleh karena itu, lanjut Wabup, masyarakat perlu dilindungi dari obat dan makanan yang dapat merugiakan atau membahayakan untuk kesehatan.

Kemudian Wabup Lambar ini meenerangkan bahwa melalui Dinas Kesehatan, kabupaten Lampung Barat telah melaksanakan program Pengawasan Obat Dan Makanan secara berkala dan berkesinambungan.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk pengujian sample makanan minuman yang diduga mengandung bahan berbahaya. Sample diuji dengan parid test kit dan hasil yang positif diuji lebih lanjut ke laboratorium kesehatan daerah provinsi Lampung. Dinas kesehatan juga melakukan monitoring dan pembinaan rutin ke sarana layanan kefarmasian baik apotek maupun toko obat yang ada diwilayah kabupaten Lampung Barat.

“Selain itu pengawasan secara terpadu juga telah dilakukan dengan koordinasi bersama Satgas Pangan dan Tim Monitoring kestabilan harga pangan dengan dinas Kesehatan dan OPD-OPD lain yang terkait, baik di pasar tradisional hingga ke pasar-pasar modern. Kemudian penyelenggaraan upaya kesehatan terutama di sektor obat dan makanan tersebut tentunya harus didukung oleh sumber daya kesehatan, salah satu kendala yang kami hadapi di wilayah Lampung Baarat ini adalah terbatasnya sarana prasarana serta jumlah sumber daya manusia yang kompeten dibidang obat dan makanan, baik Apoteker maupun Analis Farmasi Makanan Dan Minuman. Oleh karena itu kami menyambut baik dan berharap rencana Pembangunan Cabang Balai Besar POM di kabupaten Lampung Barat ini dapat segera direalisasikan,” ujar Mad Hasnurin. (W9-Ica)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.