Rektor Teknokrat : Ambil Keputusan Berdasarkan Akar Masalah

Bandarlampung, Warta9.com – Rektor Univetsitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, benar-benar menaruh perhatian terhadap pendidikan kepemimpinan bagi mahasiswanya.

Dua hari berturut-turut Nasrullah Yusuf menyampaikan pembekalan kepada mahasiswa. Selasa malam (12/2/2019), Nasrullah memberi materi kepada peserta Pendidikan Kepemimpinan Dasar, di indoor gelanggang olahraga mahasiswa kampus setempat.

Menurut Nasrullah Yusuf, bahwa teknologi informasi akan sangat mempengaruhi keputusan. Rool Teknologi sangat mempengaruhi decision making. Dari informasi yang ada dikumpulkan dan diolah lalu dianalisa untuk mengambil keputusan.

Data sangat penting, apalagi dalam dunia bisnis. Dengan data informasi kita akan tahu untuk mengambil keputusan yang cepat. “Jadi teknologi sangat mempengaruhi dalam kepemimpinan untuk mengambil keputusan,” kata Narullah.

Lebih lanjut Nasrullah mengatakan, bahw dicision making itu suatu proses. Di dalam mengambil keputusan ada yang terprogram ada yang tidak terprogram. Jadi ada beberapa keputusan yang memungkinkan untuk mengambil keputusan alternatif.

Dalam persoalan pendidikan, Nasrullah mencontohkan pendidikan di kampusnya. Misalnya soal nilai IPK mahasiswa rendah. Kenapa nilai mahasiswa rendah, perlu dikaji lebih mendalam lagi mungkin masalah ada pada mahasiswa, proses belajarnya, mungkin juga bisa dosen tapi bisa juga masalah sarana dan prasarana pendidikan. Setelah dilakukan penelitian, ternyata masalahnya komplek, mungkin karena pelatihan dosen kurang, mungkin juga fasilitas kurang memadahi. Jadi tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada mahasiswa, ada banyak faktor yang perlu diperbaiki.

“Mari kita mengambil keputusan berdasarkan akar permasalahannya. Jadi kita dalam mengambil keputusan hendaknya berdasarkan akar permasalahan. Sehingga kebijakan yang diputuskan ada alternatif-alternatif,” kata Nasrullah.

Guna menyongsong Generasi Emas 2045, maka semua harus dipersiapkan dengan matang, baik materi, tenaga pengajar, fasilitas dan lain-lain. Diantarannya langkah yang dilakukan dengan memberi pelatihan kepemimpinan seperti yang dilakukan Teknokrat sekarang.

Nasrullah berharap ada bekas dalam kegiatan ini. Mahasiswa mendapat bekal dari pelatihan ini. Pelatihan kepemimpinan ini bukan kecil-kecilan. Karena itu, dia mengharapkan ada evaluasi sehingga kegiatan leadership program yang akan datang diharapkan akan lebih baik.

Seperti hari sebelumnya, dalam penyampaian materi ini Nasrullah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya. Suprayogi selaku moderator memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya. Kesempatan ini tidak disia-siakan mahasiswa untuk bertanya kepada rektornya. (W9-jam)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.