Pemkab Tubaba Optimis Program Upsus Pajale 2019 Capai Target

Panaragan, Warta9.com – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat melalui Dinas Pertanian setempat menargetkan produksi padi dalam program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi Jagung Kedele (Upsus Pajale) tahun 2019 tetap optimis target tercapai.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Distan Tubaba, Yayit Zamhuri, SP, menyebut produksi padi tahun ini ditargetkan meningkat sebanyak 6000 ton dari pencapaian produksi tahun lalu. Meski sawah teknis irigasi tidak dapat ditanami pada musim tanam kedua (gadu) lantaran pasokan air Waduk Way Rarem ditutup karena akan dilakukan normalisasi waduk dan perbaikan jaringan primer.

”Tahun 2018 lalu, produksi Gabah Kering Panen (GKP) kita sebanyak 109 ribu ton. Sementara tahun ini, kita targetkan dapat mencapai 115 ribu ton,” ungkapnya saat ditemui warta9.com diruang kerjanya, Senin (13/5).

Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, Distan Tubaba akan fokus pada budidaya padi Gogo, baik Gogo Sawah ataupun Gogo Rawa. Sebab menurutnya, dengan tidak adanya pasokan air dari Waduk Way Rarem mengharuskan petani beralih pada pola tanam padi lain.

”Pilihan utama adalah padi gogo, karena untuk kebutuhan air dalam budidaya padi gogo tidak bergantung pada pasokan air waduk, melainkan memanfaatkan potensi air yang ada, baik tadah hujan ataupun air di rawa-rawa,” terangnya.

Diakuinya, dengan tidak adanya pasokan air dari Waduk Way Rarem menjadi hambatan sekaligus tantangan dalam meningkatkan produksi padi di Tubaba, sebab luas tanam padi menjadi berkurang.

”Luas sawah tekhnis irigasi kita sebanyak 8.100 hektar dan yang tetap nekat gadu sudah ada 1.000 hektar. Sedangkan potensi sawah tadah hujan di Tubaba ada sekitar 4.000 hektar. Untuk itu, kita sudah mengarahkan petani agar memaksimalkan tanam padi gogo,” tandasnya. (W9-hadi)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.