Pelestarian Badak Sumatera, Lambar Gelar Bimtek

Lampung Barat, Warta9.com – Dalam rangka Pelestarian Badak Sumatera agar tidak punah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamping Barat menggelar Pelatihan Sustainable Livelihood Assessment (SLA) untuk Tim Penyusun RPJMDes Bumi Hantatai dan Teba liokh yang akan dilaksanakan pada 26-28 Novembet 2018.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Asisyen I Bidang Perekonomian Lambar, Ir. Natadjudin Amran, dimana pelatihan tim 11 ini bertujuan untuk menggali potensi dan program sebagai bahan masukan untuk revisi RPJMDes dan kegiatan konsorsium di desa yang di pandu langsung oleh Dinas PMD Kabupaten Lampung Barat.

“Perambahan yang terjadi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pada 2010 hingga 2017 memaksa badak cerai berai. Apalagi ditambah ancaman perburuan. Padahal, wilayah ini merupakan satu dari empat habitat tersisa lainnya yaitu Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan Kutai Barat di Kalimantan Timur.

“Jumlah badak yang didapat kisaran 17 hingga 24 ekor, penghitungan ini berdasar jejak dan kotoran hewan tersebut”, ujar Natadjudin saat membuka acara pelatihan tersebut, di Hotel Rosa Ono, Senin (26/11/2018).

Dikatakannya, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan rumah bagi beberapa satwa terancam punah diantaranya Badak Sumatera, Gajah Sumatera dan Harimau Sumatera. terutama kondisi populasi Badak Sumatera semakin menurun akibat beberapa ancaman seperti perburuan liar, perdagangan illegal, perusakan atau degradasi habitat, perambahan hutan ke dalam kawasan konservasi, sifat intrinsik badak dan keterbatasandalam upaya konservasi. Melihat kondisi ini, jelas Natadjudin, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyambut baik acara pelatihan tim 11 ini untuk menggali potensi dan program sebagai bahan masukan untuk revisi RPJMDes dan kegiatan konsorsium di desa, sebagai dukungan pengelolaan terhadap TNBBS, untuk itu.

“Saya harapkan pelatihan ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam penanganan menurunnya populasi Badak Sumatera. Ekosistem laut, pantai, ekosistem rawa, hutan hujan pegunungan dataran rendah, perbukitan sampai hutan hujan pegunungan tinggi merupakan potensi keanekaragaman hayati dan ekosistem kawasan TNBBS yang tidak dimiliki oleh Taman Nasional Gunung leuser Aceh dan Taman nasional kerinci seblat Jambi,” ungkapnya.

Kemudian Natadjudin menyampaikan bahwa agas dasar itu maka dunia internasional UNESCO menetapkan TNBBS sebagai tapak warisan dunia, tentunya hal ini menjadi kebanggan kita bersama, baik Provinsi Lampung, Provinsi Bengkulu dan juga kabupaten Lambar.

“Namun, dibalik kebanggan tersebut membawa konsekuensi tanggung jawab kita yang tidak ringan untuk menjaga dan melestarikannya,” tutupnya.

Diketahui, Pelatihan yang dihadiri Kepala Bidang Wilayah Liwa Balai Besar TNBBS Amri, SH, M. Hum., Sekretaris Bappeda Lambar Eric Enric,, S.Hut, MT., Kasie Kesra Kecamatan BNS Riliyadi, S.IP., Kasie Trantib Kecamatan Batu Brak Selamat Putra, S.IP., para Peratin dan Peserta Tim 11 yang berasal dari Pekon Bumi Hantatai dan Pekon Teba Liokh. Lambar. (W9-Ica)

Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.