Ini Permintaan Maaf Juru Kunci “Minak Triodiso” Kepada Masyarakat Lampung

Kotabumi, Warta9.com – Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara anak juru kunci makam puyang Minak Triodiso yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai Cagar Budaya meminta maaf kepada masyarakat Lampung atas pemugaran yang dilakukannya tanpa koordinasi.

Kepala Bidang Kebudayaan Diknas Lampung Utara Nani Rahayu, mengatakan dalam menindak lanjuti informasi yang telah diterima pihaknya langsung turun ke Desa Skipi, Kecamatan Abung Tinggi, untuk mengetahui kebenaran atas pemugaran yang tengah berlangsung tersebut.

“Saya katakan dengan kuncen itu agar kedepannya siapapun yang akan menyampaikan nazarnya harus memberitahukan terlebih dahulu ke Disdikbud, itu sebagai aturannya,” kata Nani Rahayu, Selasa (18/9/2018).

Hal tersebut menurutnya, guna mengetahui bila ada kegiatan atau perbaikan pada situs cagar budaya dapat diketahui oleh pihak dinas. “Sehingga kita bisa memantau kegiatan yang ada di canguk ghacak,” ujarnya.

Nani Rahayu, juga mengatakan atas ketidak tahuan kuncen (juru kunci) makam Minak Trio Diso (Cagar Budaya) dalam menerima kebaikan dari seseorang pesyiarah sehingga menimbulkan banyak persepsi maka melalui pihak Diknas kuncin memibta maaf kepada masyarakat lampung secara umum.

“Atas ketidak tahuan kuncen dalam menerima kebaikan seseorang ini, kemarin dia sudah minta maaf, karena dalam pikirannya yang penting makam itu direhab sehingga bagus kembali. Sementara dia tidak tau harus dilaporkan terlebih dulu. Ke 2 karena yang merehab masih keturunanya (masyarakat Lampung),” papar Nani.

Untuk itu dirinya (Kuncin) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anak keturunan puyang Minak Trio Diso, dan kepada seluruh masyarakat lampung.

Dijelaskan Nani Rahayu, hasil kesimpulan pihak dinas memberikan maaf terhadap kuncin, karena maksud dan tujuannya baik untuk memperbaiki makam Puyang Minak Trio Diso. Meski semua berawal dari ketidak tahuan juru kunci bahkan tanpa sepengetagui aparatur desa setempat untuk melakukan pemugarannya.

“Kesimpulan pertemuan kemarin itu dia (kuncen) meminta maaf, dan mengenai kendala belum selesainya perbaikan iti karena Hamba Allah yang bernazar memperbaiki makam itu baru mentransfer dana sebesar dua juta, yang semula mengatakan akan memberi anggaran perbaikan itu sebesar empat juta, sementara dua jutanya akan ditransfer selanjutnya belum juga sampai kepada kuncen,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Nani Rahayu, untuk pembelajaran bagi kuncen sudah diberikan teguran secara lisan, begitu juga yang disampaikan aparat desa setempat terhadapnya.

“Kami sudah menegurnya bersamaan dengan aparat desa. Supaya kedepan lebih hati-hati  jikala ada orang yang bernazar supaya melapor ke disdikbud lebih dulu untuk melakukan perbaikannya,” lanjutnya.

Mengenai waktu penyelesaian pelaksanaan pemugaran terhadap situs bersejatah itu, lanjutnya, secepatnya akan diselesaikan. Karena menurut dia, kuncen juga memang memiliki honor dari pemerintah untuk melakukan perawatan selain dari menjaganya. “Meski tidak besar, tapi dia (kuncen) punya honor dari pemerintah,” pungkasnya. (Rozi/rls)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.