Cabuli Anak Dibawah Umur, Warga Tubaba Ini Dibekuk Polisi

Tulang Bawang, Warta9.com – Jajaran Polsek Lambu Kibang bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang meringkus pria inisial JS (32) karena diduga telah menyetubuhi anak di bawah umur RI (15). Pelaku yang bekerja sebagai staf tata usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Hidayah ini, ditangkap dirumahnya di Tiyuh/desa Kibang Mulya Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Selasa (05/03/2018) sekitar pukul 00.30 Wib.

Kapolsek Lambu Kibang Iptu Abdul Malik mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, terungkapnya aksi bejat pelaku, berkat laporan dari KA (38), warga Tiyuh Kibang Budi Jaya yang merupakan bapak kandung dari korban RI (15), pelajar kelas 9. Tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : 24 / III / 2019 / Polda Lpg / Res Tuba / Sek Kibang, tanggal 4 Maret 2019.

Menurut keterangan dari korban saat dilakukan pemeriksaan, aksi bejat yang dilakukan pelaku terhadap korban terakhir terjadi hari Rabu (27/2), sekira pukul 12.00 WIB, di asrama putra MTS Nurul Hidayah yang berada di Tiyuh Kibang Mulya Jaya.

“Pelaku mengajak korban masuk ke dalam asrama putra, di dalam asrama tersebut pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap korban,” ungkap Iptu Malik.

Berbekal laporan dari bapak kandung korban, kata dia, petugas dengan cepat melakukan pencarian dimana keberadaan pelaku. Akhirnya tadi malam pelaku berhasil ditangkap saat sedang berada di rumahnya.

“Pelaku mengakui semua perbuatannya dan perbuatan cabul terhadap korban sudah terjadi selama 2 tahun dengan dalih pelaku berpacaran dengan korban,” jelas dia.

Dalam perkara ini, polisi melakukan penyitaan barang bukti berupa baju lengan panjang batik warna merah kombinasi putih, rok dasar warna hitam, jilbab segi empat warna hitam, pakaian dalam milik korban, baju dalam singlet warna ungu, baju pramuka lengan panjang, rok pramuka warna coklat, jilbab segi empat warna coklat dan baju dalam singlet warna hitam.

“Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Polsek Lambu Kibang, atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling singkat 6,6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp. 6,6 miliar,” tukasnya. (W9-Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.