Balita Penderita Hydrochepalus Akhirnya Dirujuk ke Palembang

OKU, Warta9.com – Masih ingat dengan bayi penderita hydrochepalus yang di jemput oleh Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs. Kuryana Azis didampingi oleh Direktur Rumah sakit Umum Baturaja dr. Rynna Dynna. Setelah sempat pulang untuk menjalani rawat jalan, pada 3 Juni 2019 sebelum hari raya Idul Fitri 1440 H lalu, kini pasien resmi dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Palembang

Meski sebelumnya, Dokter Spesialis Anak RSUD Baturaja, Dion Darius Samsudin Sp.A menyatakan jika sakit lain yang diderita Syakila Natalia selain Hydrochepalus, seperti perut kembung, sudah bisa makan padat sudah membaik.

Namun keberangkatan balita malang ini ke Palembang terhalang karena libur panjang menjelang lebaran, sebab pelayanan Poliklinik disana dikabarkan tutup dan baru dibuka setelah lebaran.

Syakila Natalia sempat dirawat inap di RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja,Ia dijemput langsung oleh Bupati OKU yang siap membantu biaya perawatan balita tersebut, didampingi Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dari rumahnya di Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan pada 31 Mei 2019 lalu.

Setelah lima hari di rawat di rumahnya, kini Syakila Natalia dikabarkan telah dibawa kembali oleh pihak rumah sakit RSUD Baturaja, Sabtu (8/6) kemarin. Setelah dijemput dan dinyatakan siap, akhirnya Syakila Natalia resmi telah diberangkatkan ke Palembang dengan menggunakan mobil dinas milik RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja, Dr. Rynna Dynna melalui Kaur Humas H Turipno SKM yang menerangkan. Selain sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pihaknya, penjemputan juga dilakukan sesuai janji kepada pihak keluarga pasien dan Kades Laya. Juga demi menjaga elektabilitas komitmen yang telah diterapkan RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja, yaitu memberikan kesembuhan pada setiap pasien.

“Pasien sudah diberangkatkan ke Palembang pada pukul 15.35 Wib kemarin, didampingi oleh perawat kita bernama Diana Hadi dan rekannya,” katanya.

Awalnya orang tua pasien tidak mau untuk dirujuk ke Palembang karena takut akan biaya mengingat kartu BPJS nya belum selesai. Setelah kami berkonsultasi ke RSMH Palembang, sesuai prosedur sambil menunggu kartu BPJS selesai, balita tersebut akan menjadi pasien umum terlebih dahulu disana.

“Adapun biaya yang akan digunakan berobat selama menjadi pasien umum, adalah uang hasil sumbangan dari donatur sebesar Rp. 6,5 juta yang dipegang oleh orang tua pasien itu sendiri,” kata Turipno.

Sementara RSUD H. Ibnu Sutowo Baturaja, menggratiskan semua biaya perawatan dan fasilitas keberangkatan pasien ke Palembang dengan menggunakan mobil Dinas dan pendampingan perawat dari RSUD Baturaja selama menjalani konsul di RSMH Palembang. Tapi untuk urusan rujuk ke Palembang RSUD berkoordinasi ke pihak lain, seperti Dinsos, Dinkes dan BPJS OKU.

”Sebab bila menjadi pasien umum biaya yang akan ditanggung sangat tinggi, biaya hidup sudah pak Bupati yang menanggung jadi mohon kerjasama nya untuk pihak terkait,” terang Turipno.

“Nanti, kalau sudah ada jadwal operasi sambil menunggu kartu BPJSnya selesai, baru kita menggunakan kartu tersebut. Sekarang jadi pasien umum disana semuanya harus menggunakan biaya, sedangkan uang bantuan dari donatur yang ada pada orang tua pasien sekarang hanya berjumlah Rp.6,5 juta, sehingga membuat orang tuanya pasien ini takut kekurangan biaya selama pengobatan di Palembang, tapi setelah mendapat support dan semangat dari kami akhirnya orang tua pasien ini mau mendengarkan saran kita,” ungkap Kabag Humas RSUD H Ibnu Sutowo Baturaja, H Turipno SKM. (W9-dod)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.